Kami memiliki dua blog khusus untuk buku sastra, terutama buku-buku sastra yang tak ada di toko buku:

1. http://pustakapelabuhan.blogspot.com/ -berisi info2 buku sastra yang bisa dipesan langsung ke penulisnya. Anda bisa memberikan info buku2 sastra yang sedang terbit lewat dinding Indrian Koto atau Jualan Buku Sastra.

2. http://jualbukusastra.blogspot.com/. Berisi daftar buku yang bisa dipesan kepada kami secara langsung. Anda bisa bekerjasama dengan kami dalam distribusi kecil-kecilan.

Sunday, May 1, 2011

Jehenna Novel Jusuf An

JUDUL          : JEHENNA, Rahasia  Sebuah Kekuatan Impian
Pengarang  : Yusuf AN
Penerbit      : FlashBook, Yogyakarta (November 2010)
Tebal           : 365 hal
Jehenna, merupakan novel sekuel pertama Jusuf An, diterbitkan oleh Diva Press.

Harga reguler : 45.000 harga diskon : 36.000. terbit tahun 2010.

Jehenna nama jin itu. Ia telah bersumpah menyesatkan manusia, membalaskan dendam atas kematian kakeknya di tangan Umar, pengikut Muhammad. Namun, ia justru jatuh cinta pada Zaitun, jin muslim dari Mesir. Ia pun turut berlayar ke Jawa guna mengikuti keluarga gadis pujaannya yang hendak berdakwah di Jawa.

Di tanah Jawa inilah, Jehenna bertemu dengan Rijal, pemuda yang diselubungi cahaya doa orang tuanya. Jehenna teringat akan sumpahnya. Dan, Rijal adalah target utamanya!
“Jehenna adalah novel yang berani mengambil risiko. Ia menawarkan tema yang pada kebanyakan penulis selalu dihindari, karena ketakutannya dianggap artifisial. Dunia halus, alam lelembut, dengan segala bentuk keanehannya memang riskan dituliskan, tapi di tangan penulis yang tepat, ia bisa menjadi kekuatan dan daya tarik yang luar biasa. Dan, Jusuf A.N. secara meyakinkan bisa melakukannya.” (Joni Ariadinata, cerpenis, redaktur majalah sastra Horison).

pemesanan secara online, melalui: http://divapresspublisher.wordpress.com
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1492204114975&set=t.1615778708&type=1

Saturday, April 30, 2011

Satu Hari Bukan di Hari Minggu, Kumpulan Cerpen Yetti A. KA.

Satu Hari Bukan di Hari Minggu
Antologi Cerpen Yetti A. KA
Penerbit Gress Publishing

Harga 30.000+ongkos kirim 
pemesanan buku bisa langsung lewat penulis via:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2010227176017&set=t.1615778708&type=1#!/profile.php?id=1253867244
Syekh Bejirum dan Rajah Anjing
Kumpulan Cerpen Fahrudin Nasrulloh
Cetakan 1, Februari 2011
Penata letak Alek Subairi
Desain sampul Alek Subairi
Ilustrasi cover dan isi Fahrudin Nasrulloh
Penerbit PUstaka puJAngga
www.pustakapujangga.com
www.sastra-indonesia.com
164 hlm.; 14 x 20 cm


Menurut Afrizal dalam pengantarnya karya-karya Fahrudin memiliki sisi yang terbuka untuk dibaca sebagai sebuah novel tentang imajinasi Jawa. Dalam cerpen-cerpennya, Fahrudin menggarap legenda, mitos, sejarah lokal, gosip dan tafsir personal yang saling silang dan seolah membawa kita pada dunia magis Jawa-Lamongan.

Sabda Palon Novel Damar Shashangka

 Sabda Palon, Kisah Nusantara yang Disembunyikan
Novel Damar Shashangka
Penyunting: Salahuddien Gz, Dita Sylvana
Penyelaras Bahasa: Khrisna Pabichara
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
ISBN: 978-979-16110-5-3
Penerbit: Dolphin
Harga: Rp 75.000,- (450 Hlm. Bookpaper)

Melalui narasi-narasi memukau nyaris pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam, tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam. Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang berjejal aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.

Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Dapatkan diskon 15% untuk pembelian 1 buku (jadinya Rp 63.500), diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300.000), diskon 25% untuk pembelian 10 buku (jadinya Rp 562.000) melalui akun "Khrisna Pabichara" (belum termasuk ongkos kirim). Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju di INBOX saya. Buku akan dikirim melalui Pos/Tiki. Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Lamongan
No. Rekening: 3300473023
a.n. Shalahuddin Gz

Atau:

MANDIRI Cabang Fatmawati
No. Rekening: 127-00-0443912-9
a.n. Shalahuddin Gz

Atau:

BNI Cab. Margonda Depok
No. Rekening: 0205933161
a.n. Khrisna Pabichara

UNTUK MENGETAHUI SEKILAS ISI NOVEL INI, SILAKAN KLIK TAUTAN BERIKUT: http://www.facebook.com/note.php?note_id=496727806975

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=201454569883780&set=t.1615778708&type=1

Isyarat jantung dan mata dan Simtom-Simtom Sebelum Penyair karya Ganjar Sudibyo dan Mutiah Ayu Rasta

 Simtom-Simtom sebelum Penyair
Antologi puisi Ganjar Sudibyo
penerbit evolitera

Isyarat jantung dan Mata
Antologi puisi
Ganjar Sudibyo dan Mutiah Ayu Rasta
Penerbit evolitera

Kedua buku ini beredar lewat e-book. Layak untuk dikoleksi oleh siapa pun. Untuk mendownload e-book kumpulan puisi "Simtom-Simtom sebelum Penyair" dan "Isyarat Jantung dan Mata" silakan datang di situs berikut:
http://evolitera.co.id/themes/main/product.php?product_id=584
dan
http://evolitera.co.id/themes/main/product.php?product_id=593

salam sastra. salam puisi!

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1622461047523&set=t.1615778708&type=1

Opera Zaman, Antologi Bersama Komunitas Merapi


 Opera Zaman
Kumuplan Cerita Petualangan
20 penulis
Grafindo bekerjasama dengan Komunitas Merapi dan Komunitas Terminal Tiga
Terbit tahun:

Harga Buku:

Antologi cerpen ini merupakan antologi cerpen bersama dengan tema Petualangan yang digagas oleh Kumunitas Merapi bekerjasama dengan penerbit Grafindo dan Terminal Tiga.  ada 20 penulis dalam buku ini yang seluruh penjualannya disumbangkan untuk penyediaan buku-buku bacaan anak sekolah.

Meskipun sudah agak lama, setidaknya buku ini layak menjadi dokumentasi.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150101861448672&set=t.1615778708&type=1

Halaman Rumah, Antologi Puisi yayan Triansyah



HALAMAN RUMAH
Antologi Puisi Yayan Triyansyah
Cetakan Pertama: Januari 2011
Penata Letak: Irwan bajang
Penyelaras Aksara: Anindra Saraswati
Desain Sampul: Day Milovich
XVI+72 Hlm. BookpaperPenerbit: Indie Book Corner

Harga: Rp 34.900,-  + ongkos kirim

karena keterbatasan cetak buku ini, sementara untuk cetakan perdana belum beredar di toko buku. untuk pembelian langsung di sini melalui penulisnya. Buku akan dikirim melalui Pos/ Tiki/ JNE. 
 
Pembelian melalui transfer ke rekening:
BNI KC UNNES SEMARANG
No. Rek: 0113462356
a.n. ROZAQ TRIYANSYAH

*Dengan memesan ke penulisnya langsung, teman-teman akan mendapatkan tanda tangan saya membantu kelangsungan hidup penulis.

pemesanan bisa melalui:
* FB: Yayan Triyansyah (http://www.facebook.com/triyansyahii1)
* twitter: @rozaqtriyansyah
* email: y. triyansyah@yahoo.com
 
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179265055446547&set=t.1615778708&type=1
 

Burung-burung Cahaya, Novel Sekel Jusuf AN


Burung-burung Cahaya
Novel Jusuf AN
penerbit Diva Press

Harga:
Setelah sukses dengan novel Jehenna, Jusuf AN kembali menampilkan sekuel dari novel tersebut. Jika dalam Jehenna, kisah yang menceritakan godaan jin, tokoh utamanya adalah Jehenna,novel Burung-burung Cahaya ini mengambil pola berbalik. Sebaiknya anda membacanya.

Al-Quran oleh setiap muslim diakui sebagai sesuatu yang agung. Sebutan-sebutan mulia selalu dikenakan pada kitab suci umat Islam itu. Pertanyaannya, sudahkah kaum muslimin memperlakukan kitab sucinya itu sebagaimna mestinya? Novel 'Burung-burung Cahaya' yang merupakan metafor untuk menggambarkan santri-santri Pondok pesantren al-Quran ini, mencoba memotivasi pembacanya ~khususnya yang beragama Islam~ untuk memperlakukan al-Quran sebagaimana seharusnya. Di samping itu, pembaca diajak berpikir tentang lika-likunya perjalanan menuju derajat kemuliaan di sisi Allah. Novel yang menarik dan menggelitik. (KH. A. Mustofa Bisri, Budayawan, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang)

Novel ini menguraikan secara detail berbagai anasir cerita mulai dari tema, peristiwa hingga konfilk dengan sangat hidup dan memikat. Sebuah novel yang mencoba mengangkat dunia pesantren dari sudut pandang lain, dengan cara yang lain pula. (Acep Zamzam Noor, penyair peraih penghargaan Sastra Asia Tenggara dan Khatulistiwa Award)

Pesantren tidak kalis pada persoalan manusia umumnya: cinta, harapan, dan ambisi untuk mendapatkannya. Ada niat mulia untuk menghapus kelam masa lalu, dan persahabatan yang terjalin liat seiring waktu. Jusuf memandang lengkap tiap warna yang merona di latar relijius itu. (Kurnia Effendi, Pecinta Sastra)http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1562261861488&set=t.1615778708&type=1

Tembang Tolak Bala, Novel Han Gagas


TEMBANG TOLAK BALA
Novel Han Gagas
Penerbit Pustaka Sastra, LKis

Harga: 35.000

Teman2 ini cover novel saya. Novel yang banyak kekurangan. Moga awal Mei ini sdh edar di toko2. Gak apa-apa ya kutag pada kalian, moga sekedar promosi dan salam hormat saya buat anda. Maafkan saya jika tak memenuhi ekspektasi diantara kalian jika membaca nanti, atau maafkan saya yang jika pernah bekerjasama, saya kurang all out atau bertindak yang tidak berkenan di hati anda. Salam dari penulis yang terus belajar pada kalian. Oya, juga bisa pesan via inbox harga Rp. 35.000, terima kasih.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1820789889862&set=t.1615778708&type=1

Sebait Pantun Bujang Antologi Puisi Agit Yosi Subandi

SEBAIT PANTUN BUJANG
Antologi puisi Agit Yosi Subandi
Harga: 30.000 (Tanpa Ongkos Kirim)

"Sebait pantun bujang" ini adalah buku kumpulan puisi pertama Agit Yogi Subandi. Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan Kumpulan Puisi "Sebait Pantun Bujang" siahkan kirimkan alamat via inbox. Harga promo untuk pemesanan bulan Maret Rp 30.000 (tanpa ongkos kirim). tulis nama pengirim pada saat mentransfer di bank. dan apabila sudah mentransfer, segera konfirmasi ke Inbox Agit Yogi Subandi. untuk no rekening, silahkan hubungi FB Agit Yogi Subandi. Trims dan salam hangat selalu.

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=147168318683251&set=t.1615778708&type=1

Buku Baru, Puisi, Kritik Sastra, dan Cerpen yang Harus Anda Pesan Hari Ini Juga

Saya menawarkan buku-buku yang layak anda koleksi dan baca dalam minggu ini juga. Buku-buku yng saya rekomendasikan ini tanpa sponsor dari siapa pun. Anda bisa memesan langsung ke pengarangnya, atau lewat saya juga bisa (ada diskon untuk saya ya? haha). Buku ini akan terasa asyik dibaca sendiri maupun untik dikadokan pada seseorang.

Nah berikut lima buku yang harus segera anda pesan sekarang:
1.
SURAT DARI MATAHARI
Antologi Sajak Syaifuddin Gani
Cetakan ke-1, April 2011
100 hlm. 14 x 20,5 cm
Penerbit: Penerbitan antologi ini berkat kerja sama
HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI) KOMISARIAT SULAWESI TENGGARA
dengan PENERBIT PT KOMODO BOOKS

HARGA: Rp30.000.+ Ongkos Kirim

Perjalanan adalah ihwal penting dalam sajak-sajak Syaifuddin Gani. Dari dermaga satu ke dermaga lain, dari pulau ke pulau, ia hijrahkan dirinya. Ia percayakan nasibnya kepada keberangkatan, perjalanan, dan kepulangan. Dari segi makna referensial banyak sekali kota-kota, dan tempat-tempat yang disapa dalam sajak-sajaknya. Kota dan tempat-tempat itu tampaknya adalah tempattempat di mana diri Gani sendiri pernah menghijrahkan diri.

Untuk pemesanan silahkan kontak ke:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1787687765132&set=t.1615778708&type=1
Nomor Rekening:
A.n Syaifuddin
0192-01-000134-53-1
BRI Cabang Kendari

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1787687765132&set=t.1615778708&type=1

2.
Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri
kumpulan Esai, karya Nurel Javissyarqi,
Cetakan Pertama, Mei 2011
Penerbit: PUstaka puJAngga dan SastraNESIA

Harga: 20.000-an + Ongkos Kirim

Tapi kemudian aku tersentak pada ungkapan Tardji: “Peran penyair menjadi unik, karena — sebagaimana Tuhan tidak bisa dimintakan pertanggunganjawaban atas ciptaannya, atas mimpinya, atas imajinasinya — secara ekstrim boleh dikatakan penyair tidak bisa dimintakan pertanggungjawaban atas ciptaannya, atas puisinya.”

Saat itu juga aku terusik, terseret ujaran yang biasa dalam masyarakat Jawa Timur: “Meski saya tidak rajin ibadah, melakukan dosa, jangan sekali-kali menghina agama saya, Tuhan saya, Nabi saya, keyakinan saya.” Letupan itu menjelma lembar-lembar yang kini terbukukan.

Untuk pemesanan silahkan kontak:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1707755697820&set=at.1405715066993.2053079.1355886977.1615778708&type=1&ref=nf

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1707755697820&set=at.1405715066993.2053079.1355886977.1615778708&type=1&ref=nf

3.
JATUH DARI CINTA
SISI LAIN DARI BENNY ARNAS! (Sebuah Novel)
230 HALAMAN
kertas isi: bookpaper + ivory full color
Penerbit: Grafindo
Cetakan Pertama, Mei 2011
Harga: Rp. 60.000,- (termasuk ongkos kirim)


Pemesanan ke
BCA LUBUKLINGGAU
0570438689
BENNY ARNAS.

Konfirmasi ke 081373534051
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1701279894940&set=at.1395418048585.2059310.1326224254.1615778708&type=1&ref=nf
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1701279894940&set=at.1395418048585.2059310.1326224254.1615778708&type=1&ref=nf

4.
Manusia Utama
Antologi Puisi Y. Thendra BP.

harga Rp 30 ribu
luar Jogja + ongkos kirim Rp 10 ribu

Buku puisi "Manusia Utama" merupakan buku puisi tunggal kedua Y. Thendra BP yang memuat puisi doi 2006-2011. Buku puisi ini tanpa kata pengantar dan endorsement. Setiap orang boleh menulis puisi dan menyatakan dirinya sebagai "penyair" tanpa takut. Akan tetapi, tetap harus terbuka ruang diskusi cerdas, sehingga bisa dipilah mana yang "Puisi" dan mana pula pula yang "Puisi-puisian".

pemesanan:
085263631682
Email: thendra1980@gmail.com
Atau kirim ke inbox facebook  Thendra Malako Sutan
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=182899721760296&set=a.128159870567615.41333.100001208082668&type=1&ref=nf
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=182899721760296&set=a.128159870567615.41333.100001208082668&type=1&ref=nf

5.
Tempurung Tengkurap
Buku sajak Mahatma Muhammad dan Yori Kayama
Tebal & Ukuran : xvii + 86 halaman, 140 mm x 210 mm
Penyelaras akhir : Damhuri Muhammad
Perancang sampul : Iksaka Banu
Tata letak : Hari Ambari
Penerbit : Penerbit Koekoesan

Harga : (Belum ditentukan)

Yori dan Atma, sebagian dari banyaknya orang muda sebaya saya yang memilih berproses di jalan kepenyairan. Buku puisi “TempurungTengkurap,” hadir sebagai bentuk kesungguhan mereka menyusuri jalan yang sudah mereka pilih itu
 (Esha Tegar Putra, penyair)

Sajak-sajak Mahatma dan Yori ditulis lancar, enak dibaca dengan tema beragam. Agar seterusnya mantap memasuki ranah puisi, mereka harus lebih banyak membaca, diskusi dan terus menerus menulis tiada jenuh-jenuh.
 (Taufiq Ismail, Penyair dan Pendiri Rumah Puisi)

Pemesanan:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1307476183580&set=t.1615778708&type=1
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1307476183580&set=t.1615778708&type=1

Segera pesan, daparkan tanda tangan pengarangnya. Kadokan pada orang2 dekat anda.
Untukbuku-buku lainnya, akan diposting di:
http://pustakapelabuhan.blogspot.com/
silahkan rekomendasikan buku-buku anda. hehehe..

Selamat pagi, selamat membaca, selamat memesan.

Tuesday, November 4, 2008

ibumi


Sastra: "Aku" Dalam Dongeng dan Mitos

KONON, puisi Indonesia modern meniscayakan kehadirannya sebagai pergulatan ihwal bagaimana Aku merumuskan dirinya. Di situ, puisi dipercaya sebagai Aku yang hendak mengurai dirinya, keluar menyatakan kehadirannya sebagai individu yang otonom.

Dalam pertumbuhan perpuisian Indonesia modern, pergulatan merumuskan Aku ditempuh dengan berbagai strategi kesadaran. Termasuk ketika penyair menghadapkan Aku ke dalam berbagai tradisi kisahan yang hidup dalam masyarakat primordialnya. Tak hanya folklor (legenda, cerita rakyat, dongeng, mitos), tetapi juga berbagai kisahan dalam kitab suci, kerap menjadi ruang tempat penyair melakukan epistemologi estetik dan epistemologi kesadaran untuk menghadirkan Aku.

Aku di situ adalah upaya penyair yang menafsir, mencari, dan menemukan kesadaran personalnya sebagai sebuah subjek otonom. Sejak masa Hamzah Fansuri, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Rendra, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, Saini KM, hingga beberapa generasi kepenyairan terkini, puisi Indonesia modern mencirikan salah satu kehadirannya pada pergulatan ihwal Aku yang mengambil inspirasi dari berbagai tradisi kisahan yang hidup dalam suatu masyarakat primodialnya.

Di lain sisi, menulis puisi demi menafsir sebuah tradisi kisahan yang ada di ranah folklor adalah ihwal bagaimana penyair bekerja mengolah kembali imajinasi yang telah tersedia sehingga seluruh simbolisasi dan metafora di dalamnya menghadirkan Aku yang otonom. Kerja menafsir menjadi peristiwa yang menarik dan menantang. Aku berada di antara pergulatan tarik-menarik antara ruang personal dan impersonal. Kematangan penyair dalam menafsir sebuah dongeng amat menentukan intensitas sampai sejauh mana Aku hadir dan merebut dirinya.

Kematangan seperti inilah yang dipertaruhkan oleh 19 penyair dalam 100 puisi yang termaktub dalam antologi Ibumi Kisah-kisah dari Tanah di Bawah Pelangi (I:boekoe: 2008). Antologi ini agaknya antologi tempat seluruh puisi di dalamnya ditulis mendasar pada tradisi kisahan yang ada di berbagai daerah di Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Di situ, penyair bekerja dengan sejumlah batasan yang mesti patuh pada dongeng yang menjadi rujukannya. Setiap puisi merupakan tafsir penyair atas sebuah dongeng. Antologi ini lahir dari program penulisan "Puisi Kisah Nusantara" yang berlangsung sejak Januari 2007.

Membaca 100 dongeng yang telah menjelma menjadi puisi dalam antologi ini adalah membaca puisi itu sendiri, seraya diam-diam berupaya menatap sampai sejauh mana penyair mencari dan menemukan Aku di dalamnya. Aku yang menafsir dan memadatkan seluruh kisahan itu untuk menghadapkannya ke dalam gagasan kesadaran ihwal realitas hari ini, seraya dibayangi oleh semacam kecemasan bahwa puisi-puisi itu sesungguhnya tak bertutur apa pun selain hanya melakukan tekstualisasi seluruh keajaiban dan ketakjuban dari berbagai dongeng tersebut.

Penjelajahan

Tetapi, dengan dua puisi, "Rahim Darah" dan "Toba: Sepenggal Kesunyian" penyair Indrian Koto seolah menjanjikan bahwa antologi ini tidaklah dibayangi oleh kecemasan semacam itu. Menafsir cerita rakyat Aceh "Pocut Muhammad" dan membaurkannya dengan syair lagu yang dikutip dari album Krak yang diproduksi oleh Aceh Music, juga dialog yang dipungut dari film Tjoet Nyak Din, puisinya hadir dalam suasana heroisme yang tak terjebak menjadi perulangan-perulangan yang klise dan artifisial. Penyair ini mampu menemukan atau meletakkan sejumlah ungkapan dalam fokus yang diarahkan ke dalam realitas hari ini: waktu adalah dunia yang mengubur banyak siasat/.../dan Tuhan/untuk kebenaran siapa dia berpihak, sebenarnya?/ ("Rahim Darah"); cinta dan kesakitan mengembalikanku/kepada danau dan puncak gunung./kepada kesunyian yang paling murung ("Toba: Sepenggal Kesunyian").

Seterusnya antologi ini menghidangkan berbagai penjelajahan para penyair dalam khazanah folklor yang ada di Nusantara. Dalam penjelajahan itulah mereka sesungguhnya berada dalam relasi-relasi ketegangan dalam upaya mencari, merebut, dan menemukan Aku dalam ruang folklor yang komunal. Dongeng, legenda, dan cerita rakyat yang di sana-sini berhubungan dengan asal-muasal sebuah tempat, diperlakukan dengan berbagai kemungkinan eksplorasi tematiknya.

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, sampai sejauh mana sesungguhnya penyair memasuki dan menenggelamkan dirinya ke dalam jagat pandangan dunia yang termaktub di balik berbagai tradisi kisahan masyarakat etnis lokal tersebut? Apakah folklor melulu hanya diperlakukan sebagai setting atau latar di mana Aku menyatakan dirinya tanpa berkorelasi dengan semua itu?

Umumnya kesadaran ihwal Aku dalam antologi ini bergerak di antara dua kemungkinan tersebut. Pada yang pertama, tafsir bekerja dengan intensitas yang diarahkan atau diinterpretasikan pada sudut tematik tertentu, seraya menegaskan sebuah sikap tafsir. Sebutlah "Pledoi Malinkundang" (Indrian Koto), "Pengakuan Suto" (AN Ismanto), beberapa sajak lainnya yang "merevitalisasi" kisahan-kisahan tradisional tersebut dengan strategi kesadaran yang berbeda.

Dalam "Pledoi Malinkundang" dan "Pengakuan Suto" kedua penyair meletakkan sudut dan fokus tematiknya dengan interpretasi dan sikap tafsir yang menyaran ke dalam konteks kekinian. Jika dalam "Pledoi Malin Kundang" Koto mengusung spirit tafsir ihwal makna kedurhakaan pada masa lalu dan pemaknaan waktu yang dimetaforakan pada sosok Ibu, maka pada "Pengakuan Suto" AN Ismanto yang merupakan tafsir atas legenda Kangjeng Ratu Kidul, gagasan yang mengemuka bertutur tentang hasrat kekuasaan dan realitas yang kaos. Sikap tafsir semacam ini juga terasa mengemuka dalam sajak "Di Hilir, Sajakku Menjelma Gadis Mimpi" (Komang Ira Puspitaningsih).

Sedangkan pada yang kedua, tafsir bekerja dengan membiarkan seluruh kisah terangkum, bahkan dalam beberapa sajak, ia nyaris menjadi naratif, tanpa sudut dan fokus yang dibidiknya. Sajak menghadirkan Aku yang nyaris hanya menjadi bagian dari narasi dan kisahan tradisi, tanpa lebih jauh menjadi Aku yang memandang dan menafsir dari konteks empiris yang berbeda.

Aku yang dirumuskan penyair dari berbagai khazanah lokal itu adalah Aku yang senantiasa memandang realitas, ketimbang Aku yang dipandang oleh realitas. Agaknya hal ini terjadi karena berbagai bentuk tradisi kisahan tersebut diperlakukan nyaris sebagai objek, benda mati yang dibedah penyair untuk mencari dan menemukan Aku. Kehadiran Aku bahkan terkesan lahir karena direbut, bukan ditemukan. (Ahda Imran)

diambil dari:
http://cabiklunik.blogspot.com/2008/05/sastra-aku-dalam-dongeng-dan-mitos.html