Kami memiliki dua blog khusus untuk buku sastra, terutama buku-buku sastra yang tak ada di toko buku:

1. http://pustakapelabuhan.blogspot.com/ -berisi info2 buku sastra yang bisa dipesan langsung ke penulisnya. Anda bisa memberikan info buku2 sastra yang sedang terbit lewat dinding Indrian Koto atau Jualan Buku Sastra.

2. http://jualbukusastra.blogspot.com/. Berisi daftar buku yang bisa dipesan kepada kami secara langsung. Anda bisa bekerjasama dengan kami dalam distribusi kecil-kecilan.

Sunday, May 1, 2011

Kacang Keledai Kumpulan Cerpen Rey Khazama

Kacang Keledai, Bodoh Bukan tanda Tak Mampu, Kumpulan cerpen
Penulis: Rey Khazama
Desain Cover: Rey
Penerbit: Indie Book Corner
Hal: 140 halaman
Cetakan Pertama, Januari 2009.
Harga:...

"Membaca Rey, adalah benar-benar seperti kacang keledai. Membaca sekali, ia tampak sederhana. Membaca kali kedua dan seterusnya, membuat kita terpikat dan menyadari gagasan-gagasan yang cerdas dan orisinil dalam cerita-ceritanya itu. Homoficus dalam ceritanya masih terkesan moderat, namun kemoderatannya inilah yang membuat kita sebagai pembaca merasa dekat, dan 'mudah' menikmati ceritanya tanpa harus mengerenyitkan dahi yang terlalu..."
Pringadi Abdi, Pecinta Sastra, Penulis Alusi.
Buat kawan2 yang tertarik dengan buku ini. Silakan menghubungi Rey Khazama, 08812239720.. Setiap buku yang kamu dapatkan akan memperoleh tanda tangan langsung dari penulisnya.

Angsa-angsa Ketapang Kumpulan Puisi Bernard Batubara

 
Judul : Angsa-angsa Ketapang
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Greentea 2010, Jakarta
Tebal : xxii + 96 hlm; 13,5 cm x 20 cm

Harga: Rp 35.000,-

“Menyaksikan pertumbuhan penyair Bernard Batubara di medium  internet membuat saya bertanya mengapa di antara ribuan penulis blog yang menulis sajak setiap hari hanya ada sedikit saja yang bersungguh-sungguh menggelutinya sebagai sebuah penempuhan laku pendewasaan batin. Penyair Bernard Batubara menunjukkan kesungguhannya sebagai seorang penempuh. Ia belajar dari banyak sumber, minum dari banyak sumur, guna mencari tubuh dan jiwa sajak-sajaknya sendiri. Sebuah pencarian yang takkan singkat, tetapi tampaknya Bernard telah menetapkan niatnya lewat album ‘Angsa-angsa Ketapang’ ini.”
(TS Pinang, Penyair)

Untuk pemesanan, silakan hubungi atau mengirimkan pesan singkat (sms) ke:
(0274) 9198980 atau (021) 92306943

atau mengirimkan e-mail ke:
order@greentea.web.id atau
penerbit_greentea@yahoo.com

atau meninggalkan pesan YM di:
penerbit_greentea

BUKU INI TIDAK EDAR DI TOKO-TOKO BUKU, pesan sekarang juga!

| Pesan via sms ke 0852 455 00 321 atau ke http://greentea.web.id , sertakan nama + alamat lengkap | Harga Rp. 35. 000. Tidak tersedia di toko buku, pesan sekarang juga!

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1293146741054&set=t.1615778708&type=1

Padusi Sebuah Novel Ka'bati


 Padusi, Kisah Kuli Semenanjung
Novel Ka'bati
Penerbit: Guci Publisher 
Cetakan Pertama, 2010


Akhirnya saya bisa menerbitkan novel sendiri lo… naskahnya tersimpan 13 tahun dalam bundelan kumal yang menyedihkan. Saya pikir sebelumnya tidak akan mempublikasikan. Saya berharap kondisi akan membaik khususnya buat perempuan2 (Padusi) di megeri saya. Rupanya keliru….dan ini menyedihkan sekali. Dan saya pikir mengungkapkan fakta sedih ini lewat novel akan terasa lebih ringan…
 
Semoga pembaca suka!! (Ka'bati)

Harga via online RP.35.000+ ongkos kirim via pos. 

Pemesanan: Transfer ke rekening BNI Cabang UGM. 0177697779 a/n. Sri Handayaningsih. Kirimkan bukti transfer dan alamat pemesan ke email: terasi_loran@yahoo.com. 
Sementara kalau beli langsung discond 20%. Harga bukunya jadi Rp.28.000.

Perempuan Bawang-nya Ragdi F. Daye

 
Perempuan Bawang & Lelaki Kayu
Kumpulan cerpen ragdi F. Daye
Jumlah Halaman : 202
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House

Harga 34.000

isah cinta yang gugup, identitas orang kampung yang menggigil karena deru modernitas, dan tradisi Minangkabau yang meleleh, adalah pusaran yang kuat dalam tema-tema kumpulan cerpen Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu. Dengan alur yang cerdas dan bahasa yang memukau, kisah-kisah di dalam buku ini akan membawa kita ke dalam makna cinta, kemanusiaan, dan keberadaan tradisi yang sesungguhnya.
 
Cerpen-cerpen Ragdi F. Daye menghidangkan kesenyapan yang peram: Ada suasana hiruk tapi mencekam, ada pengaduan tapi berbalas gumam, ada geram yang tertahan, sedu-sedan terbiarkan, ada yang meminta tapi ditolak, ada....ada begitu banyak suasana yang menempatkan pelakunya di kesunyian nasib masing-masing. Kesunyian itu, tidak lain akibat tersisih atau disisihkan lingkungan yang angkuh, termasuk sistem-nilai lokal yang digarap sangat tajam, sehingga mencairkan pesan moral—sesuatu yang membebaskan; putih atau hitam tak lagi disarankan, namun dipulangkan kepada objektivitas kita, pembaca.
(Raudal Tanjung Banua, Pengarang, Ketua Redaksi Jurnal Cerpen Indonesia)

CERITA-CERITA YANG FILMIS!
(Benny Arnas, Cerpenis peraih Anugrah Sastra Batanghari sembilan, 2009)
 
Pesan sekarang atau temukan di toko buku kesayangan anda.

Lorong Kematian, Novel Aguk Irawan MN


 Norong Kematian
Novel Aguk Irawan MN
Pengarang : Aguk Irawan MN
Penerbit : Global Media
JumHal : 315

Novel ini sangat fenomenal, kisahnya membuat jiwaku terguncang... sebuah petualangan dahsyat mengesankan setelah kematian yg sangat menakjubkan!!!
bagi yang suka sensasi dan petuangan wajib baca novel ini..

Harga versi erlangga-eureka.shop 15.000

Pemesanan via penerbit atau pengarang.
Dapatkan juga di toko buku gramedia dll. terdekat di kota anda.

Musim yang Menggugurkan Daun Kumpulan Cerpen Yetti A. KA


Ketenangan Merentang Kenangan Antologi Cerpen Sungging raga

 
Ketenangan Merentang Kenangan
Album Cerita Sungging Raga
greentea, 2010

harga: Rp. 35.000

Antologi cerpen Sungging Raga ini memuat 16 cerita pendek. Diterbitkan secara P.O.D dan hanya dibuka penjualan lewat inbox FB sang penulis. Silahkan pesan, semoga masih Bersisa.

Kalender Lunar Sepilihan Puisi Dian hartati

 
Kalender Lunar
Sepilihan Puisi Dian Hartati
Penerbit Dian rakyat  
 
Silakan memesan dan harga buku via e-mail: kalenderlunar@yahoo.com

Tangan untuk Utik Kumpulan Cerpen Bamby Cahyadi



Tangan untuk Utik 
Kumcer Bamby Cahyadi
Penerbit: Koekoesan
Tahun Terbit: 2009
Ukuran: 14 x 21 cm, vii + 133 hlm
Harga: Rp. 29.500

Pemesanan bisa via penulis, Bamby Cahyadi.

EPILOG Kumcer "Tangan untuk Utik" karya Bamby Cahyadi

1

BAMBY CAHYADI, manajer sebuah restoran cepat saji di kawasan Jakarta ini, memiliki ciri dan karakter khas dalam menulis cerita. Ia menyuguhkan pergumulan kekuatan pikiran, terutama kekuatan pemaknaan atas ihwal remeh dan sederhana dalam keseharian kita, namun kita sering abai menyikapinya. Pergumulan itu disampaikannya secara sederhana, tapi sarat kejutan. Memang ada celah pada keterampilan bertutur—kadang tercium aroma tersendat dalam penceritaan. Namun, itu tidak mengurangi kegairahan saya dalam pembacaan cerpen demi cerpen. Mengapa? Karena setiap cerpen dihiasi kejutan, kelokan, bahkan tikungan tajam.

Kelebihan Bamby dalam bercerita adalah kesanggupannya menyuguhkan akhir cerita yang ”mengagetkan”. Rasa kaget yang membidani lahirnya ”keheranan”, bahkan ”ketakjuban”. Kumpulan cerita pendek Tangan untuk Utik menisbahkan kekuatan Bamby dalam bercerita. Sebagai pengarang yang meneruka jalan kepengarangan lewat ”dunia maya”, dunia yang dicap sebagai alam lain oleh banyak sastrawan, ia menawarkan hal remeh yang sederhana. Hal yang biasa. Seperti mimpi. Ya. Bukankah mimpi adalah hal biasa bagi kita?

Mimpi itu yang dikuak dengan cerdas oleh pengarang kelahiran Manado ini. Mimpi yang menyuguhkan keperihan, ketegangan, dan kemalangan. Sesekali hadir keindahan, kepuasan, dan kebahagiaan.

Semula, menulis cerita menjadi terapi hati bagi Bamby. Merupakan kebahagiaan baginya ketika cerpen yang ditulisnya terbaca, dan mendapat apresiasi dari orang lain. Dari sana lelaku kepengarangannya bermula. Ada gairah meletup setiap ia menerima tanggapan pembaca cerpennya. Komentar pedas, kritik tajam, bahkan caci maki sesama Kemudianers—sebutan bagi anggota situs penulis Kemudian.com—tidak lantas membuat nyalinya ciut. Malah menyulut gairahnya untuk belajar lebih keras dan lebih cerdas.

Hasilnya, kita bisa temukan kejutan demi kejutan dalam kumpulan cerpen perdananya ini.

Khrisna Pabichara,
penyair dan penyuka cerpen, tinggal di pinggiran Jakarta.


via: 
http://dusunkata.blogspot.com/2009/09/epilog-kumcer-tangan-untuk-utik-karya.html


Buton, Ibu dan Sekantong Luka Antologi Puisi Irianto Ibrahim


Buton, Ibu dan Sekantong Luka
Antologi Puisi Irianto Ibrahim
Penerbit Frame Publishing
Cetakan pertama, 2010

harga: 28.000

Pemesanan via penulis  http://www.facebook.com/nozqa#!/irianto.ibrahim

Mencari Puisi yang Hilang dari “Buton, Ibu dan Sekantong Luka” Karya Irianto Ibrahim

1

Apa yang akan kuceritakan lebih dulu padamu, penyair? Tentang angka lahir yang nyaris sama barangkali? Atau kisah colo-colo di sebuah pulau kecil yang berulang kali memanggil petani ubi dalam celah karang: Lakudo.



Kisah masih terbayang, seperti ikan seperahu yang kita bakar sore itu.Lalu sebuah buku datang dari tanganmu di Kedai Arus. Malam itu, sepuluh tahun terasa lebih dekat. Aku yakin, buku itulah yang pertama kau berikan pada seseorang di Kendari: padaku.



Sangat membahagiakan bukan? Apalagi kau memintaku membicarakan buku itu.Nah, melalui catatan sederhana ini, aku akan menulis dari hati saja. Menulis sebelum puisi-puisi dalam bukumu lahir. Ketika kita masih satu meja di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unhalu. Bukankah yang lain telah banyak menulis tentangmu sewaktu bedah buku di tiga kota: Yogakarta, Tasikmalaya, dan Jakarta?



Aku akan memelukmu sambil membisikkan sebuah tabloid Podium Pers Mahasiswa Unhalu tentang “Darah Itu Merah Jenderal”. Di sinilah puisi dalam bukumu bermula meskipun aku lebih memilih, bukumu lebih dominan tentang ibu. Bukankah puisi pembuka “Bunda, Kirimkan Nanda Doa-doa” adalah puisi pertama meskipun tak tercantum sebagai halaman pembuka puisi? Lalu lihatlah tahun-tahun setelahnya, ibu begitu bertenaga di sana. “Kelak Kau akan Mengerti” meskipun rumah dan kenangan sama-sama telah usang, tapi aku masih ingat “Sajak Botol” tahun 1996. Kukira, ini puisi yang luput setelah Nanga-Nanga malam itu, kita bermain api di bawah terpal.

2

Ada 53 puisi dalam antologi “Buton, Ibu dan Sekantong Luka”. Ditulis dalam rentang tahun 2000-2010 (meralat pernyataan Sarabunis Mubarok sebelumnya,2007-2010). Kurun sebelas tahun itu, terdapat satu puisi yang terbit pada tahun 2000 (Bunda, Kirimkan Nanda Doa-doa) dan 2001 (Pantai Katembe). Puisi terbanyak ditulis tahun 2007 (22 puisi) lalu menyusul tiga tahun berikutnya.



Bicara tentang Anto, sebenarnya kita tidak saja diajak membaca sejarah Butuni 1969 tetapi bagaimana mencintai ibu dan seseorang yang kelak menjadi ibu untuk anak-anakmu (Suatu Ketika di Kamar Kontrakan). Tentu saja pembacaan lain dari konteks puisi yang telah ia paparkan sebelumnya akan lebih terang (Sebuah Cerita dari Dua Gelas Kopi, Peminang Sepi, Pada Sebuah Pesta, Sungai Sajak, Hawa Semedi, Perahu Kanak-kanak). Keenam puisi tersebut disuguhkan kepada kawan-kawan yang mencintainya. Anto begitu paham, pada siapa puisi itu ditujukan sebelum ia benar-benar menulisnya. Kelak kau akan mengerti, begitulah.



Ada satu hal yang tak bisa lepas dari kepenyairan Anto selain potret sosial yang dekat dari dirinya dan sangat kuat dalam buku antologi puisi ini, yakni romantisme kebebasan. Anto tetap satu arah memotret keseharian: ada doa ibu yang tak pernah lepas. Ibulah yang membuat sosok penyair ini begitu kuat dalam metafor maupun proses penulisan lainnya.


3

Irianto Ibrahim telah berhasil membukukan karya puisinya. Kita patut bangga sebab ini yang pertama sebuah buku antologi puisi terbit di Kendari. Realitas sosial begitu bertenaga. Kita bisa membaca sejarah berdarah tahun 1969 itu melalui buku kecil ini. Dan, Anto memang tak main-main, sejarah itu memang kelam tapi laras memang tak perlu datang untuk sekadar mencatat buku kecil Saleh Hanan, “Buton, Basis PKI” dengan buku puisi. Maka, buku ini memang wajib dibaca.



Mungkin buku berikut akan kita temukan puisi Anto yang hilang itu. Bukankah tahun 2002-2006 tak satu pun puisinya hadir di sini?


Kendari, 2010 


Pesan Cinta daro Hujan Novel Erni Aladjai

Judul: Pesan Cinta dari Hujan (sebuah novel)
Penulis: Erni Aladjai
Penyunting: Faiz Ahsoul
ISBN: 978-602-8384-41-9
Edisi: I, Oktober 2010
Detail: 13x19, vi+272hlm

Harga: 50.000,-

ovel ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Hujan yang tinggal di Pulau Lipulalongo yang terletak di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, sebuah pulau terpencil dengan budaya patrilineal dan sinkritisme yang kental. Sejak kecil Hujan menyaksikan dan merasakan kekasaran ayahnya terhadap ibunya, adiknya, dan dirinya. Hal itu membuat Hujan lebih dekat dengan sahabatnya, Hasna, seorang gadis yatim piatu yang tak lagi punya siapa-siapa di pulau itu dan membiayai hidupnya sendiri dengan mencari kerang remis.

Ketika Hujan sedang melanjutkan sekolahnya ke kota, ia mendengar kabar bahwa Hasna diasingkan oleh penduduk Pulau Lipulalongo karena Hasna menderita penyakit terkutuk, yakni penyakit kusta. Hujan akhirnya kembali ke kampung halamannya dan menggunakan waktunya secara keseluruhan untuk menemani, merawat, dan menghibur sahabatnya Hasna di pulau terpencil itu.

“Selama bertahun-tahun Indonesia  selalu menjadi salah satu negara yang memiliki penderita kusta terbanyak di dunia. Penderita dan mantan penderita kusta adalah salah satu kelompok yang paling banyak mendapatkan diskriminasi di negara ini. Anehnya, begitu susah menemukan ‘kisah kusta’ dengan porsi memadai dalam karya sastra Indonesia. Erni Aldajai melalui kisah cinta ‘yang berbeda’ dalam novel ini mengajak kita masuk ke dunia kusta yang dianggap nista oleh banyak orang. Ini novel yang penting untuk dibaca!” (M. Aan Mansyur – penulis)

pemesanan:  TB Insist Press

http://bukuinsistpress.blogspot.com/2010/10/pesan-cinta-dari-hujan-novel.html


Aku Serigala yang Merdeka Karena cinta Antologi Puisi Eko Putra

 
Aku Serigala yang Merdeka Karena Cinta
Antologi Puisi Eko Putra
Diterbitkan oleh Penerbit Bisnis2030, 
Jakarta, November 2010.
 
Harga:
Pemesanan via eko Putra
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1616903393219&set=t.1615778708&type=1