Hingga saat ini, Buletin Hysteria telah terbit hingga 78. semoga buletin ini masih bisa tetap eksis.
Harga: Ganti Ongkos Cetak. 98% gratis
Pemesanan lewat Adin Mbuh, di
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150094224451821&set=a.10150094224166821.271899.545141820&type=1&theater
Sebab, Tak Semua Buku Sastra Tersedia di Toko Buku. Tak Semua Buku Sastra Sempat Diperbincangkan.Tak Semua Karya Sastra yang Bagus Bisa Mendapat Tempat.
Kami memiliki dua blog khusus untuk buku sastra, terutama buku-buku sastra yang tak ada di toko buku:
1. http://pustakapelabuhan.blogspot.com/ -berisi info2 buku sastra yang bisa dipesan langsung ke penulisnya. Anda bisa memberikan info buku2 sastra yang sedang terbit lewat dinding Indrian Koto atau Jualan Buku Sastra.
2. http://jualbukusastra.blogspot.com/ . Berisi daftar buku yang bisa dipesan kepada kami secara langsung. Anda bisa bekerjasama dengan kami dalam distribusi kecil-kecilan.
Pages
rubrik
- Buku alternatif (16)
- Buku Amal (2)
- Buku Puisi (35)
- buku sastra (5)
- Cerpen (28)
- display pustaka pelabuhan (16)
- e-book (2)
- Esai/Kritik (1)
- jurnal (3)
- lain-lain (3)
- Majalah (3)
- Novel (21)
- Saya dan Buku (7)
- Ulasan Buku (26)
Sunday, May 1, 2011
Kekibang Antologi Pusi Bahasa Lematang Karya Yudistio Ismanto
KOMUNITAS SASTRA LEMBAH SERELO meluncurkan Antologi Puisi berbahasa Lematang karya Yudistio Ismanto. Buku ini bosa menjadi alternatif di antara sepinya buku-buku sastra berbahasa daerah.
pemesanan lewat:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1725192175559&set=t.1615778708&type=1
Ini merupakan buletin komunitas, sebuah niat ingin mendokumentasikan kegiatan-kegiatan komunitas dalam bentuk tertulis, ditambah cerpen, puisi, artkel, esai, opini, catatan perjalanan, feature wisata, esai foto, lahir sebuah buletin sederhana ini.
di format digital ini kawan-kawn bisa menikmati dengan layout asli dan foto berwarna. Sayangnya karna keterbatasan, di format cetak gambar dan fotonya hitam putih.
Halaman Pantai menerima bermacam jenis tulisan, (cerpen, puisi, artkel, esai, opini, catatan perjalanan, feature wisata, esai foto), silahkan kirim ke email: halaman_pantai@yahoo.co.id
Sampai edisi ini sudah terbit setidaknya 3 edisi.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1495925954496&set=t.1615778708&type=1
di format digital ini kawan-kawn bisa menikmati dengan layout asli dan foto berwarna. Sayangnya karna keterbatasan, di format cetak gambar dan fotonya hitam putih.
Halaman Pantai menerima bermacam jenis tulisan, (cerpen, puisi, artkel, esai, opini, catatan perjalanan, feature wisata, esai foto), silahkan kirim ke email: halaman_pantai@yahoo.co.id
Sampai edisi ini sudah terbit setidaknya 3 edisi.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1495925954496&set=t.1615778708&type=1
Fragmen Waktu Sajak Pilihan Riau Pos 2010
Fragmen Waktu Sajak Pilihan Riau Pos 2010
Yayasan sagang, 2010
Belajar Membaca Fragmen Waktu
-- Agus Sri Danardana
FRAGMEN Waktu (Hary B Kori’un [Edt], Pekanbaru: Yayasan Sagang, 2010) adalah kumpulan sajak pilihan Riau Pos 2010, berisi 74 sajak dari 20 penyair. Antologi 113 halaman itu, dan beberapa buku lainnya, dibagikan secara gratis kepada para undangan yang hadir pada acara Penerimaan Anugerah Sagang dan Anugerah Sagang Kencana di Hotel Labersa, Pekanbaru, pada 29 Oktober 2010.
Berbeda dengan kumpulan-kumpulan Riau Pos pada tahun-tahun sebelumnya, Fragmen Waktu (dan kumpulan Riau Pos 2010 lainnya) tidak diberi kata pengantar oleh editornya. Dengan demikian, 74 sajak dalam antologi itu dibiarkan langsung berdialog dengan pembacanya secara merdeka, tanpa campur tangan siapa pun. Ketiadaan pengantar dalam sebuah antologi tentu bukan keaiban. Ketiadaan itu, oleh sebagian orang, justru dianggap memberikan keleluasaan pembaca dalam menafsir karya. Namun, oleh sebagian orang lainnya, keberadaan pengantar dianggap sangat penting. Di samping dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban penyusun (editor), pengantar juga dapat menjadi penyigi yang diharapkan mampu membuka cakrawala tafsir pembaca dalam mengawali pengapresiasiannya terhadap sebuah karya.
Terlepas dari pro-kontra tentang keberadaan pengantar dalam antologi, walau bagaimanapun, kehadiran Fragmen Waktu perlu mendapat apresiasi pembaca. Sebagai langkah awal, judul antologi itu dapat dijadikan pegangan. Dibandingkan dengan tema dan topik, meskipun sering bertumpang tindih, biasanya judul lebih spesifik: ditail dan konkret. Judul, dalam teks tertentu, bahkan menjadi kunci pintu gerbang pemahaman. Dalam analisis wacana, judul diyakini merupakan gambaran tentang sesuatu yang membentuk skema(ta) tertentu.
Pertanyaannya sekarang adalah skema(ta) apa(saja)kah yang tergambar dalam fragmen waktu? Agar tidak liar, jawaban atas pertanyaan itu harus tetap terfokus pada tafsir makna kata-kata pembentuknya: fragmen dan waktu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi IV, 2008: 399 dan 1554), fragmen berarti (1) ‘cuplikan atau petikan [sebuah cerita, lakon, dsb.]’ dan (2) ‘bagian atau pecahan sesuatu’, sedangkan waktu berarti (1) ‘seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung’, (2) ‘lamanya [saat yang tertentu]’, (3) saat yang tertentu untuk melakukan sesuatu’, (4) ‘kesempatan; tempo; peluang’, (5) ‘ketika, saat’, (6) ‘hari [keadaan hari]’, serta (7) ‘saat yang ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia’. Dengan demikian, frasa fragmen waktu memiliki banyak tafsir, bergantung arti/makna setiap kata yang dipilih. Jika yang dipilih arti/makna kata pertama, misalnya, fragmen waktu dapat ditafsirkan sebagai cuplikan sebuah cerita/lakon tentang sesuatu (yang sedang) berlangsung. Jika dikombinasikan dengan pilihan arti/makna kata yang lain, fragmen waktu dapat ditafsirkan juga sebagai bagian atau pecahan tentang kesempatan, tempo, atau peluang tertentu. Dengan cara yang paling sederhana, fragmen waktu juga dapat ditafsirkan sebagai fragmen tentang waktu, sebagaimana memaknai fragmen kehidupan sebagai fragmen tentang kehidupan. Begitu seterusnya, tafsir lain dapat ditetapkan sesuai dengan cakrawala pegetahuan pembaca.
Bertolak dari tafsiran itu, apresiasi terhadap Fragmen Waktu dapat dilanjutkan dengan tetap berfokus pada kata pembentuk judul. Meskipun tidak menimbulkan skema(ta) yang persis sama, secara umum setiap kata akan menimbulkan suatu skema(ta) yang bersifat sosial-budaya, yang membantu pembaca memahami apa yang disampaikan penulis. Kata fragmen ‘cuplikan cerita/lakon’, misalnya, menimbulkan skema(ta) sebuah “pentas”. Fragmen waktu, dengan demikian, dapat menimbulkan skema(ta) baru, pementasan “waktu”. Terlepas dari tafsir kata waktu yang masih debatable, dalam pementasan itu seolah-olah terlihat 20 aktor (penyair) sedang beraksi di atas panggung, memamerkan kebolehannya. Mereka sedang melakonkan sebuah/beberapa adegan (entah bersama-sama, entah sendiri-sendiri) sebagai bagian dari sebuah cerita (yang juga entah apa judulnya). Mereka itu adalah (1) Cahaya Buah Hati, 7 kali muncul; (2) Cikie Wahab, 6 kali muncul; (3) Dien Zhurindah, 4 kali muncul; (4) Ellysan Katan, 5 kali muncul; (5) Fakhrunnas M.. Jabbar, 1 kali muncul; (6) Guri Ridola, 4 kali muncul; (7) Hang Kafrawi, 4 kali muncul; (8) Indrian Koto, 4 kali muncul; (9) Isbedy Stiawan ZS, 5 kali muncul; (10) Jefry Al Malay, 2 kali muncul; (11) Kunni Masrohanti, 3 kali muncul; (12) Marhalim Zaini, 1 kali muncul; (13) Mostha Mirthalib, 2 kali muncul; (14) Riki Utomi, 5 kali muncul; (15) Sobirin Zaini, 4 kali muncul; (16) Srikartini Widiya Ningsih, 4 kali muncul; (17) Susi Lunetta, 1 kali muncul; (18) Sugiarti, 2 kali muncul; (19) Taufik Hidayat, 6 kali muncul; dan (20) Taufik Ikram Jamil, 4 kali muncul.
Begitulah, membaca Fragmen Waktu sebenarnya dapat dianalogikan dengan menyaksikan/menonton pementasan bagian sebuah cerita/lakon yang dimainkan oleh 20 pemain (penyair) dalam 74 lakuan (sajak). Dengan penganalogian seperti itu, apresiasi dapat dilanjutkan lagi, misalnya, dengan mengamati dan mengklasifikasi lakuan (sajak) para tokoh (penyair). Cara ini setidaknya akan membantu apresiator menemukan benang merah antarlakuan (sajak): berdiri sendiri-sendiri sebagai adegan atau bersama-sama membentuk adegan. Selanjutnya, atas temuannya itu apresiator dapat meneruskan amatannya untuk mengetahui pula hubungan antaradegan agar mendapatkan gambaran alur ceritanya.
Sebagai salah satu bentuk apresiasi, paparan ini jelas belum menyentuh subtansi Fragmen Waktu. Sekalipun demikian, paparan yang dilatarbelakangi rasa penasaran atas judul antologi itu sekurang-kurangnya telah mengingatkan pembaca akan keberadaan Fragmen Waktu sehingga, dengan demikian, paparan ini pun diharapkan mampu membangkitkan rasa penasaran (baca: memotivasi) pembaca untuk ikut memberikan komentar. Semoga.***
Agus Sri Danardana, Kepala Balai Bahasa Riau. Menulis esai bahasa dan sastra di berbagai media, dan telah menulis beberapa buku. Tinggal di Pekanbaru.
Sumber: Riau Pos, Minggu, 28 November 2010
diambil dari
http://cabiklunik.blogspot.com/2010/11/belajar-membaca-fragmen-waktu.html
Jehenna Novel Jusuf An
JUDUL : JEHENNA, Rahasia Sebuah Kekuatan Impian
Pengarang : Yusuf AN
Penerbit : FlashBook, Yogyakarta (November 2010)
Tebal : 365 hal
Jehenna, merupakan novel sekuel pertama Jusuf An, diterbitkan oleh Diva Press.Harga reguler : 45.000 harga diskon : 36.000. terbit tahun 2010.
Jehenna nama jin itu. Ia telah bersumpah menyesatkan manusia, membalaskan dendam atas kematian kakeknya di tangan Umar, pengikut Muhammad. Namun, ia justru jatuh cinta pada Zaitun, jin muslim dari Mesir. Ia pun turut berlayar ke Jawa guna mengikuti keluarga gadis pujaannya yang hendak berdakwah di Jawa.
Di tanah Jawa inilah, Jehenna bertemu dengan Rijal, pemuda yang diselubungi cahaya doa orang tuanya. Jehenna teringat akan sumpahnya. Dan, Rijal adalah target utamanya!
“Jehenna adalah novel yang berani mengambil risiko. Ia menawarkan tema yang pada kebanyakan penulis selalu dihindari, karena ketakutannya dianggap artifisial. Dunia halus, alam lelembut, dengan segala bentuk keanehannya memang riskan dituliskan, tapi di tangan penulis yang tepat, ia bisa menjadi kekuatan dan daya tarik yang luar biasa. Dan, Jusuf A.N. secara meyakinkan bisa melakukannya.” (Joni Ariadinata, cerpenis, redaktur majalah sastra Horison).
pemesanan secara online, melalui: http://divapresspublisher.wordpress.com
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1492204114975&set=t.1615778708&type=1
Saturday, April 30, 2011
Satu Hari Bukan di Hari Minggu, Kumpulan Cerpen Yetti A. KA.
Satu Hari Bukan di Hari Minggu
Antologi Cerpen Yetti A. KA
Penerbit Gress Publishing
Harga 30.000+ongkos kirim
pemesanan buku bisa langsung lewat penulis via:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2010227176017&set=t.1615778708&type=1#!/profile.php?id=1253867244
Antologi Cerpen Yetti A. KA
Penerbit Gress Publishing
Harga 30.000+ongkos kirim
pemesanan buku bisa langsung lewat penulis via:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2010227176017&set=t.1615778708&type=1#!/profile.php?id=1253867244
Syekh Bejirum dan Rajah Anjing
Kumpulan Cerpen Fahrudin Nasrulloh
Cetakan 1, Februari 2011
Penata letak Alek Subairi
Desain sampul Alek Subairi
Ilustrasi cover dan isi Fahrudin Nasrulloh
Penerbit PUstaka puJAngga
www.pustakapujangga.com
www.sastra-indonesia.com
164 hlm.; 14 x 20 cm
Menurut Afrizal dalam pengantarnya karya-karya Fahrudin memiliki sisi yang terbuka untuk dibaca sebagai sebuah novel tentang imajinasi Jawa. Dalam cerpen-cerpennya, Fahrudin menggarap legenda, mitos, sejarah lokal, gosip dan tafsir personal yang saling silang dan seolah membawa kita pada dunia magis Jawa-Lamongan.
Kumpulan Cerpen Fahrudin Nasrulloh
Cetakan 1, Februari 2011
Penata letak Alek Subairi
Desain sampul Alek Subairi
Ilustrasi cover dan isi Fahrudin Nasrulloh
Penerbit PUstaka puJAngga
www.pustakapujangga.com
www.sastra-indonesia.com
164 hlm.; 14 x 20 cm
Menurut Afrizal dalam pengantarnya karya-karya Fahrudin memiliki sisi yang terbuka untuk dibaca sebagai sebuah novel tentang imajinasi Jawa. Dalam cerpen-cerpennya, Fahrudin menggarap legenda, mitos, sejarah lokal, gosip dan tafsir personal yang saling silang dan seolah membawa kita pada dunia magis Jawa-Lamongan.
Sabda Palon Novel Damar Shashangka
Sabda Palon, Kisah Nusantara yang Disembunyikan
Novel Damar Shashangka
Penyunting: Salahuddien Gz, Dita Sylvana
Penyelaras Bahasa: Khrisna Pabichara
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
ISBN: 978-979-16110-5-3
Penerbit: Dolphin
Harga: Rp 75.000,- (450 Hlm. Bookpaper)
Melalui narasi-narasi memukau nyaris pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam, tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam. Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang berjejal aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.
Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Dapatkan diskon 15% untuk pembelian 1 buku (jadinya Rp 63.500), diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300.000), diskon 25% untuk pembelian 10 buku (jadinya Rp 562.000) melalui akun "Khrisna Pabichara" (belum termasuk ongkos kirim). Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju di INBOX saya. Buku akan dikirim melalui Pos/Tiki. Pembayaran melalui transfer ke rekening:
BCA KCP Lamongan
No. Rekening: 3300473023
a.n. Shalahuddin Gz
Atau:
MANDIRI Cabang Fatmawati
No. Rekening: 127-00-0443912-9
a.n. Shalahuddin Gz
Atau:
BNI Cab. Margonda Depok
No. Rekening: 0205933161
a.n. Khrisna Pabichara
UNTUK MENGETAHUI SEKILAS ISI NOVEL INI, SILAKAN KLIK TAUTAN BERIKUT: http://www.facebook.com/note.php?note_id =496727806975
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=201454569883780&set=t.1615778708&type=1
Novel Damar Shashangka
Penyunting: Salahuddien Gz, Dita Sylvana
Penyelaras Bahasa: Khrisna Pabichara
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
ISBN: 978-979-16110-5-3
Penerbit: Dolphin
Harga: Rp 75.000,- (450 Hlm. Bookpaper)
Melalui narasi-narasi memukau nyaris pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam, tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam. Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang berjejal aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.
Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Dapatkan diskon 15% untuk pembelian 1 buku (jadinya Rp 63.500), diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300.000), diskon 25% untuk pembelian 10 buku (jadinya Rp 562.000) melalui akun "Khrisna Pabichara" (belum termasuk ongkos kirim). Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju di INBOX saya. Buku akan dikirim melalui Pos/Tiki. Pembayaran melalui transfer ke rekening:
BCA KCP Lamongan
No. Rekening: 3300473023
a.n. Shalahuddin Gz
Atau:
MANDIRI Cabang Fatmawati
No. Rekening: 127-00-0443912-9
a.n. Shalahuddin Gz
Atau:
BNI Cab. Margonda Depok
No. Rekening: 0205933161
a.n. Khrisna Pabichara
UNTUK MENGETAHUI SEKILAS ISI NOVEL INI, SILAKAN KLIK TAUTAN BERIKUT: http://www.facebook.com/note.php?note_id
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=201454569883780&set=t.1615778708&type=1
Isyarat jantung dan mata dan Simtom-Simtom Sebelum Penyair karya Ganjar Sudibyo dan Mutiah Ayu Rasta
Simtom-Simtom sebelum Penyair
Antologi puisi Ganjar Sudibyo
penerbit evolitera
Isyarat jantung dan Mata
Antologi puisi
Ganjar Sudibyo dan Mutiah Ayu Rasta
Penerbit evolitera
Kedua buku ini beredar lewat e-book. Layak untuk dikoleksi oleh siapa pun. Untuk mendownload e-book kumpulan puisi "Simtom-Simtom sebelum Penyair" dan "Isyarat Jantung dan Mata" silakan datang di situs berikut:
http://evolitera.co.id/themes/main/produ ct.php?product_id=584
dan
http://evolitera.co.id/themes/main/produ ct.php?product_id=593
salam sastra. salam puisi!
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1622461047523&set=t.1615778708&type=1
Antologi puisi Ganjar Sudibyo
penerbit evolitera
Isyarat jantung dan Mata
Antologi puisi
Ganjar Sudibyo dan Mutiah Ayu Rasta
Penerbit evolitera
Kedua buku ini beredar lewat e-book. Layak untuk dikoleksi oleh siapa pun. Untuk mendownload e-book kumpulan puisi "Simtom-Simtom sebelum Penyair" dan "Isyarat Jantung dan Mata" silakan datang di situs berikut:
http://evolitera.co.id/themes/main/produ
dan
http://evolitera.co.id/themes/main/produ
salam sastra. salam puisi!
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1622461047523&set=t.1615778708&type=1
Opera Zaman, Antologi Bersama Komunitas Merapi
Opera Zaman
Kumuplan Cerita Petualangan
20 penulis
Grafindo bekerjasama dengan Komunitas Merapi dan Komunitas Terminal Tiga
Terbit tahun:
Harga Buku:
Antologi cerpen ini merupakan antologi cerpen bersama dengan tema Petualangan yang digagas oleh Kumunitas Merapi bekerjasama dengan penerbit Grafindo dan Terminal Tiga. ada 20 penulis dalam buku ini yang seluruh penjualannya disumbangkan untuk penyediaan buku-buku bacaan anak sekolah.
Meskipun sudah agak lama, setidaknya buku ini layak menjadi dokumentasi.
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150101861448672&set=t.1615778708&type=1
Halaman Rumah, Antologi Puisi yayan Triansyah
HALAMAN RUMAH
Antologi Puisi Yayan Triyansyah
Cetakan Pertama: Januari 2011
Penata Letak: Irwan bajang
Penyelaras Aksara: Anindra Saraswati
Desain Sampul: Day Milovich
XVI+72 Hlm. BookpaperPenerbit: Indie Book Corner
Harga: Rp 34.900,- + ongkos kirim
karena keterbatasan cetak buku ini, sementara untuk cetakan perdana belum beredar di toko buku. untuk pembelian langsung di sini melalui penulisnya. Buku akan dikirim melalui Pos/ Tiki/ JNE.
Pembelian melalui transfer ke rekening:
BNI KC UNNES SEMARANG
No. Rek: 0113462356
a.n. ROZAQ TRIYANSYAH
*Dengan memesan ke penulisnya langsung, teman-teman akan mendapatkan tanda tangan saya membantu kelangsungan hidup penulis.
BNI KC UNNES SEMARANG
No. Rek: 0113462356
a.n. ROZAQ TRIYANSYAH
*Dengan memesan ke penulisnya langsung, teman-teman akan mendapatkan tanda tangan saya membantu kelangsungan hidup penulis.
pemesanan bisa melalui:
* FB: Yayan Triyansyah (http://www.facebook.com/triyansyahii1)
* twitter: @rozaqtriyansyah
* email: y. triyansyah@yahoo.com
Burung-burung Cahaya, Novel Sekel Jusuf AN
Burung-burung Cahaya
Novel Jusuf AN
penerbit Diva Press
Harga:
Setelah sukses dengan novel Jehenna, Jusuf AN kembali menampilkan sekuel dari novel tersebut. Jika dalam Jehenna, kisah yang menceritakan godaan jin, tokoh utamanya adalah Jehenna,novel Burung-burung Cahaya ini mengambil pola berbalik. Sebaiknya anda membacanya.
Al-Quran oleh setiap muslim diakui sebagai sesuatu yang agung. Sebutan-sebutan mulia selalu dikenakan pada kitab suci umat Islam itu. Pertanyaannya, sudahkah kaum muslimin memperlakukan kitab sucinya itu sebagaimna mestinya? Novel 'Burung-burung Cahaya' yang merupakan metafor untuk menggambarkan santri-santri Pondok pesantren al-Quran ini, mencoba memotivasi pembacanya ~khususnya yang beragama Islam~ untuk memperlakukan al-Quran sebagaimana seharusnya. Di samping itu, pembaca diajak berpikir tentang lika-likunya perjalanan menuju derajat kemuliaan di sisi Allah. Novel yang menarik dan menggelitik. (KH. A. Mustofa Bisri, Budayawan, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang)
Novel ini menguraikan secara detail berbagai anasir cerita mulai dari tema, peristiwa hingga konfilk dengan sangat hidup dan memikat. Sebuah novel yang mencoba mengangkat dunia pesantren dari sudut pandang lain, dengan cara yang lain pula. (Acep Zamzam Noor, penyair peraih penghargaan Sastra Asia Tenggara dan Khatulistiwa Award)
Pesantren tidak kalis pada persoalan manusia umumnya: cinta, harapan, dan ambisi untuk mendapatkannya. Ada niat mulia untuk menghapus kelam masa lalu, dan persahabatan yang terjalin liat seiring waktu. Jusuf memandang lengkap tiap warna yang merona di latar relijius itu. (Kurnia Effendi, Pecinta Sastra)http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1562261861488&set=t.1615778708&type=1
Subscribe to:
Posts (Atom)











